Sabtu, 06 Mei 2017

Rahasia Kebahagiaan Fayakhun Bakamla

alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya. Sebutlah namanya Fayakhun Bakamla. Ia hidup di sebuah kota kecil dengan keluarganya. Usahanya tidak bisa dibilang besar namun cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain sebagai seorang pengusaha, ia juga dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk menjadi pemimpin. Meskipun masih muda, masyarakat sekitar menyukai cara hidup Fayakhun yang tampak selalu bahagia. Mereka berharap aura positif dari sikap hidup Fayakhun Bakamla beserta keluarganya yang nampak selalu bahagia bisa menular di kehidupan masyarakat sekitar. Namun, banyak yang belum mengetahui rahasia di balik rasa bahagia yang dimiliki Fayakhun.
Fayakhun Bakamla mempunyai dua kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Teman2.. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali.. masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik! Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka, jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita (tahukah Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian). Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat.

Rabu, 28 September 2016

Rifqinizamy Karsayuda: Dualisme Kepemimpinan Partai Berpotensi Konflik

Rifqinizamy Karsayuda pengamat politik dari Universitas Lampung Mangkuran Kalimantan Selatan menyebut dualisme kepengurusan partai bisa berpontensi menumbuhkan konflik ketika Pilkada akan diselenggarakan. Karena itu, seluruh pihak, utamanya elit politik harus bisa meredam egonya masing-masing.

Menurut Rifqinizamy  Kalimantan Selatan bakal menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, bupati dan wali kota, sehingga seluruh pihak diharapkan mewaspadai potensi terjadinya konflik.Titik konflik Pemilukada ada di KPU. Salah satu yang memicu konflik adalah dualisme kepengurusan partai.

Masalah tersebut, kata dia, tentu akan jadi konflik cukup besar, apabila ada satu calon diajukan partai kubu A sedangkan kubu B juga mengajukan calon.Seharusnya, lanjut dosen Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin itu, pimpinan elit partai di pusat tidak perlu membawa konflik internal ke daerah, untuk menghindari konflik yang meluas hingga ke cabang-cabang.

Mestinya pengurus partai di daerah tidak perlu dibentuk baru, tetap pengurus yang ada," katanya.KPU, tambah dia, nantinya mau tidak mau mengikuti ketentuan administratif kubu yang diakui negara.  KPU harus menjalankan tugas sesuai undang-undang, jadi jangan sampai terlibat dalam konflik itu.

Menurut Rifqi Rifqinizamy  , dengan ketentuan undang-undang yang menyatakan satu pasangan calon bisa maju dengan syarat 20 persen kursi di DPRD, sehingga beberapa partai akan bergabung.Dengan penggabungan banyak partai itu, lanjut dia, akan menyebabkan calon lainnya tidak kebagian kendaraan politik. Hal ini pun menurutnya juga bisa memicu konflik.

Kalau memilih jalur independen bukan hal yang mudah, harus melewati verifikasi KPU yang ketat, dan prosesnya juga sangat berpotensi terjadinya konflik Bahkan, kata dia, dengan status dualisme pengurusan parpol tersebut tak bisa menjadi peserta Pemilukada."Kan hanya parpol terdaftar di Kemenkumham yang boleh ikut pemilukada. Jadi kalau belum tuntas yang rugi parpolnya.

Kalau sudah terlanjur dualisme, tambah dia, mau tidak mau pengurus parpol bersangkutan harus menempuh jalur hukum, yang bisa memakan waktu cukup lama, sehingga terancam tidak bisa menjadi peserta Pilkada.


Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel Heriansyah mengharapkan, dinamika terjadinya dualisme kepengurusan parpol ini bisa selesai di organisasi masing-masing, sebelum memasuki tahapan pendaftaran. Mengenai dualisme tersebut, lanjutnya, KPU berkoordinasi dengan Kemenkumham. (sumber:antara)